Pentas Kethoprak Lakon “Sri Tanjung Sidopakso” Puncak Acara Sedayu Fair Semarak 2023 Desa Sedayu

 WISATA & KULINER

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Pemerintah Desa Sedayu kecamatan Tulung kabupaten Klaten dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Klaten yang ke 219 dan juga peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78, mulai hari Minggu (27/8/2023) sampai hari Rabu (30/8/2023) menyelenggarakan Sedayu Fair, Semarak 2023, bertempat di lapangan olah raga desa Sedayu.

Menurut Kepala Desa Sedayu, Sri Kuatno saat diwawancara Lintassolorayanews.com menjelaskan, Sedayu Fair, Semarak 2023 ini merupakan event yang pertama kali untuk wilayah kecamatan Tulung. Sebelumnya belum pernah ada event seperti ini.

Lebih lanjut dijelaskan Sri Kuatno, adapun rangkaian acara Sedayu Fair, Semarak 2023 adalah, pada hari Minggu tanggal 27  Agustus 2023 dilaksanakan acara jalan sehat oleh seluruh warga desa Sedayu, kemudian hari Senin kita adakan pentas kesenian tradisional reog, lalu pada hari Selasa diselenggarakan pentas seni dan budaya warga desa Sedayu dan puncaknya pada hari Rabu malam, kita adakan pentas kesenian tradisional kethoprak oleh grup kethoprak Sidohayu Budoyo dari desa Sedayu dengan Lakon ” Sri Tanjung Sidopakso”.

Sri Kuatno juga menjelaskan bahwa di dalam menyelenggarakan Sedayu Fair, Semarak 2023 ini disamping sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional juga sebagai upaya membangkitkan perekonomian para pelaku UMKM warga desa Sedayu dengan menyediakan lapak untuk berjualan bagi para pelaku UMKM.

” Di desa Sedayu sudah sejak lama sudah tumbuh dan berkembang kesenian tradisional kethoprak, tetapi karena adanya pandemi Covid 19 kemarin, kita sempat vakum dalam pementasan kethoprak sehingga dikira kesenian kethoprak di desa Sedayu sudah punah. Dan setelah pandemi Covid sudah mereda, kita bangkitkan lagi kesenian tradisional kethoprak itu dari tidurnya.
Dan pada malam ini ternyata warga masyarakat sangat antusias menonton pentas kethoprak yang dimainkan oleh warga desa Sedayu sendiri dan didukung oleh mbak Arum Muryani dari Balekambang Surakarta serta Sular dan pasangannya dari Tamansari, Boyolali…” ungkap Sri Kuatno.

Pentas kethoprak malam ini diiringi oleh grup karawitan “Larasati” desa Sedayu dan disutradarai oleh Slamet Petor dari Balekambang Surakarta.
Adapun lakon “Sri Tanjung Sidopakso” berkisah tentang kesetiaan seorang istri kepada sang suami, bahkan kesetiaan tersebut dibuktikan dengan nyawanya. Dikisahkan, Dewi Sri Tanjung adalah istri dari seorang Patih. Kemudian sang Adipati yang dihasut oleh Tumenggung untuk menggoda Dewi Sri Tanjung agar mau diperistri oleh sang Adipati. Kemudian sang Adipati kepada Patihnya mengatakan bahwa istri Patih, Dewi Sri Tanjung sudah bermain asmara dengan Adipati.

Mendengar hal itu, Patih kemudian menuduh istrinya telah berselingkuh dengan Adipati namun istrinya membantah tuduhan suaminya tersebut. Patih tetap tidak percaya pada istrinya itu, hingga istrinya Dewi Sri Tanjung berucap, dia akan bunuh diri dengan menghunus sebilah keris. Bila nanti darahnya berbau harum dan wangi berarti dirinya tidak masih setia kepada suaminya dan tidak melakukan perselingkuhan. Benar saja, setelah keris ditusukkan ke tubuh Dewi Sri Tanjung, keluar darah yang berbau harum dan wangi..

Hadir dalam acara pementasan kesenian kethoprak di desa Sedayu malam ini antara lain Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata ( Disbudporapar) Pemkab Klaten, Sri Nugroho, Camat Tulung Hendri Pamungkas, Kapolsek Tulung, Iptu Kharsan dan Danramil Tulung, Kapten Inf. Rudyanto. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply