Peringati HUT RI ke 78, Warga Kalikotes Gelar Pentas Kethoprak Dengan Lakon “Joko Umbaran “

 POPULER

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Warga masyarakat desa Kalikotes kecamatan Kalikotes dan juga warga dari desa desa di sekitarnya, hari Jum’at (25/8/2023) malam  “tumplek blek” memenuhi halaman balai desa setempat untuk menonton pentas pertunjukan kesenian tradisional kethoprak yang dimainkan grup kethoprak Jogo Budoyo, yang diawaki oleh warga desa Kalikotes. Pentas kethoprak pada malam hari ini mengambil Lakon “Joko Umbaran”.

Kepala Desa Kalikotes, Ponidi sebelum naik panggung kepada Lintassolorayanews.com menjelaskan, pentas kesenian tradisional kethoprak yang dimainkan oleh grup kethoprak Jogo Budoyo desa Kalikotes malam ini adalah dalam rangka merayakan peringatan hari jadi kabupaten Klaten yang ke 219 dan sekaligus memperingati hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78.

Dengan menggelar pentas kesenian tradisional kethoprak ini diharapkan generasi muda di desa Kalikotes mengenal seni budaya tradisional yang masih terjaga dan terpelihara di desanya yaitu kethoprak. Selanjutnya generasi muda turut menjaga dan melestarikan kesenian tradisional kethoprak tersebut.

” Pementasan seni tradisional kethoprak ini merupakan bentuk upaya kita dalam nguri uri seni dan budaya tradisional sekaligus memberi semangat dan dorongan kepada generasi muda untuk mencintai seni budaya bangsa yang adiluhung ini..” jelas Ponidi.

Adapun kisah Joko Umbaran dalam pentas kethoprak kali ini dilatarbelakangi pada masa kerajaan Majapahit di bawah pimpinan raja Brawijaya. Dikisahkan, pada saat kerajaan Majapahit dipimpin oleh Prabu Brawijaya ada pemberontakan yang dipimpin.oleh Kebo Marcuet.

Sebagai langkah untuk menumpas pemberontakan tersebut, Prabu Brawijaya  mencari seorang panglima perang atau seorang Senopati yang gagah perkasa dan juga memiliki kesaktian.

Mendengar bahwa kerajaan Majapahit sedang membutuhkan seorang panglima perang untuk menumpas pemberontakan Kebo Marcuet, ada seorang pemuda dari desa bernama Joko Umbaran yang datang menghadap Prabu Brawijaya untuk mengajukan diri sebagai calon panglima perang yang dibutuhkan.

Setelah melalui berbagai ujian, akhirnya Joko Umbaran diterima menjadi panglima perang Kerajaan Majapahit. Akhirnya Joko Umbaran dapat menumpas pemberontakan Kebo Marcuet.

Dalam pementasan kethoprak malam ini, Kepala Desa Kalikotes, Ponidi ikut berperan sebagai seorang begawan, guru dari Joko Umbaran. Sedangkan Plt.Camat Kalikotes, Veronica Retno Setyaningsih ikut berperan sebagai istri permaisuri Prabu Brawijaya.

Plt. Camat Kalikotes, Veronica Retno Setyaningsih sebelum pentas dimulai menjelaskan kepada Lintassolorayanews.com bahwa tidak dinyana bahwa warga masyarakat masih antusias untuk menonton pentas pertunjukan kesenian kethoprak.

” Saya tidak mengira penonton akan sebanyak ini. Berarti warga masyarakat ini masih menggemari kesenian dan budaya tradisional kethoprak. Ini artinya kita bisa berharap besar bahwa seni tradisional masih diljaga dan dilestarikan oleh warga masyarakat..” ungkap Veronica Retno.(Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply