Suasana Duka Mewarnai Acara Pelepasan Mahasiswa Peserta KKN Unwidha Klaten

 PENDIDIKAN BUDAYA

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Hari Selasa (1/8/2023) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten melepas sejumlah 267 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sepuluh desa di tiga wilayah kecamatan di kabupaten Klaten. Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Rekto Unwidha Klaten, Prof. Triyono di lapangan basket kampus setempat.

Mahasiswa sebanyak 267 itu melaksanakan KKN di desa Jimbung dan Kalikotes kecamatan Kalikotes, desa Jomboran kecamatan Klaten Tengah dan desa Basin, desa Malangjiwan, desa Ngrundul, desa Gondang, desa Karangduren, desa Menden dan desa Pluneng di kecamatan Kebonarum.

Selama melaksanakan KKN di desa desa tersebut, para mahasiswa diharapkan ikut berperan aktif dalam penggalian dan pengembangan potensi desa tersebut. Oleh karena sebagian besar dari desa tujuan KKN adalah merupakan desa wisata, para mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas destinasi wisata yang ada di desa tersebut agar dapat lebih banyak menarik pengunjung.

Menurut Ketua LPPM Unwidha, DR Agus Yuliantoro, M.Hum., para mahasiswa di desa tempat mereka melaksanakan KKN dituntut untuk dapat “memoles” desa yang sudah berpredikat sebagai desa wisata agar lebih memiliki data tarik sehingga kunjungan wisatawan ke desa tersebut meningkat.

” Para mahasiswa itu bisa saja memberikan pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris kepada warga desa agar saat wisatawan asing berkunjung di desa tersebut merasa diterima. Atau dapat juga memberikan pelatihan bahasa Jawa kromo Inggil buat warga desa sebagai bekal untuk para pembawa acara pada moment moment upacara tradisional seperti mantenan atau acara lainnya..” ungkap Agus Yuliantoro.

Pada acara pelepasan mahasiswa KKN kali ini diwarnai dengan perasaan berduka cita segenap civitas akademika Kampus Unwidha karena salah satu mahasiswi semester VI jurusan Akuntansi pada fakultas Ekonomi, Cherly Laurensia Marta yang juga peserta KKN di desa Ngrundul kecamatan Kebonarum sehari sebelum acara pelepasan meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

Rektor Unwidha, Prof. Triyono sesudah melepas para mahasiswa KKN langsung menuju rumah duka di desa Pesu kecamatan Wedi untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga sekaligus menyerahkan dana santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten sebesar Rp. 42.000.000.

” Kampus Unwidha Klaten sudah dua tahun ini bermitra dengan BPJS Ketenagakerjaan dan mendaftarkan semua mahasiswa yang akan melaksanakan KKN pada kepesertaan asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Jadi saudari Cherly Laurensia Marta ketika mendaftar ikut KKN otomatis terdaftar sebagai peserta asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Dan hari ini kita serahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan..” ungkap Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono di rumah duka.

Sementara perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan, Bayu Wiwoho menyatakan, pihak BPJS hari ini memenuhi kewajiban untuk membayar santunan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia.

” Dana santunan ini kami serahkan ke rektor karena yang mendaftarkan almarhumah adalah pihak kampus, dan selanjutnya pihak kampus yang menyerahkan kepada ahli waris almarhumah…” jelas Bayu Wiwoho.

Pada saat acara penerimaan mahasiswa KKN di kantor kecamatan Kebonarum, kepala desa  Malangjiwan, Supriyanto mengungkapkan rasa kehilangan dan duka yang mendalam atas kepergian mahasiswi, Cherly Laurensia Marta karena semasa hidupnya almarhumah adalah seorang aktifis dan relawan kemanusiaan yang aktif membantu posko Aju di wilayah kota Klaten pada masa pandemi Covid 19 tahun 2021 yang lalu.  (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply