Hari Ini 406 Mahasiswa Baru Resmi Diterima Sebagai Anggota Civitas Akademika Kampus Unwidha Klaten

 PENDIDIKAN BUDAYA

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Sebanyak 406 mahasiswa baru  Universitas Widya Dharma Klaten jalur reguler hari Senin (18/9/2023) secara resmi diterima sebagai anggota civitas akademika kampus Unwidha Klaten oleh Rektor Prof. Triyono. Selanjutnya para mahasiswa baru tersebut menjalani kuliah perdana dengan diisi materi kuliah umum oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Psychologi, Universitas Widya Dharma Klaten, Dr. Arif Julianto Sri Nugroho, SE. MSi dengan tema “Era Disrupsi, Peluang dan Tantangan” di aula Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kampus setempat.

Jumlah mahasiswa baru yang mengikuti kuliah perdana hari ini adalah di luar mahasiswa baru Program Profesi Guru (PPG) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten yang juga sudah diterima secara resmi oleh Rektor Unwidha Klaten dua hari sebelumnya, hari Sabtu (16/9/2023)  sejumlah 464 mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor Unwidha Klaten, Prof. Triyono menyampaikan selamat datang dan bergabung dengan segenap civitas akademika Kampus Universitas Widya Dharma Klaten kepada para mahasiswa baru. Dengan sudah menyandang status sebagai mahasiswa, otomatis terjadi perubahan dalam fase kehidupannya, yang semula disebut siswa sekarang adalah mahasiswa. Yang semula sekolah sekarang kampus. Yang semula belajar, sekarang kuliah.

Selanjutnya Prof. Triyono juga menyampaikan, para mahasiswa baru yang saat ini ada di ruangan ini berusia antara 18 -21 tahun, dimana nantinya pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke 100 tahun, mereka berada di usia 41- 45 tahun. Pada saat itu mereka adalah para pemimpin bangsa dan mereka ini adalah generasi emas, dimana di pundak mereka lah nasib keberlangsungan bangsa dan negara ini diletakkan.

Terkait materi kuliah perdana yang akan disampaikan oleh Dr. Arif Julianto hari ini, Prof. Triyono menjelaskan bahwa saat ini kita semua sedang berada di sebuah era yang disebut sebagai era Disrupsi. Dimana era tersebut ditandai dengan terjadinya perubahan yang begitu cepat dan masif di semua lini kehidupan manusia. Dimana bila seseorang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut akan dilibas oleh perubahan tersebut.

Hal ini, menurut Prof. Triyono diawali oleh revolusi industri pada abad 18 yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap. Dari yang semula semua pekerjaan dikerjakan oleh manusia kemudian digantikan dengan mesin tenaga uap. Yang kemudian dilanjutkan dengan revolusi industri kedua pada akhir abad ke  19 dengan ditemukannya listrik. Industri semakin berkembang cepat. Selanjutnya pada pertengahan abad ke 20 yaitu sejak ditemukannya komputer, dunia digital mulai berkembang dimana pekerjaan manusia sudah bisa dikerjakan oleh mesin. Dan masa ini disebut sebagai masa tekhnologi 4.0.

Dan besok, lanjut Prof. Triyono, kita akan segera memasuki era tekhnologi 5.0. Masa di mana bila kita ingin menghidupkan listri di rumah kita bisa kita lakukan dari jarak jauh. Bila kita ingin mematikan kompor atau mesin pompa air, bisa kita lakukan pada saat kita sedang berbelanja di mall.

” Saat ini Jepang sudah merintis tekhnologi 5.0 tersebut. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tekhnologi jika kita tidak ingin dilibas oleh tekhnologi itu..” pungkas Prof. Triyono.(Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply