Tiga Pencuri CPU Ekcavator Di Daerah Karangnongko Dibekuk Polisi Saat Menginap Di Hotel Di Surabaya

 HUKUM

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten berhasil menangkap tiga orang anggota komplotan pencuri spesialis CPU alat berat Ekcavator pelaku pencurian CPU Ekcavator di lima depo pasir di wilayah kecamatan Karangnongko kabupaten Klaten yang terjadi pada Rabu tanggal 19 Juli tahun 2023 lalu.

Hal ini terungkap dalam konperensi pers polres Klaten tentang ungkap kasus pencurian dengan pemberatan lima buah CPU Ekcavator di depo pasir di daerah kecamatan Karangnongko yang disampaikan oleh Wakapolres Klaten, Kompol Tri Wahyuni mewakili Kapolres Klaten, AKBP Warsono di Mapolres Klaten, hari Selasa (8/8/2023) siang.

Lebih lanjut dijelaskan Kompol Tri Wahyuni, berdasarkan laporan warga masyarakat pada hari Selasa (25/7/2023)  bahwa pada hari Rabu (19/7/2023) sekitar pukul 09:00 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian lima buah CPU Ekcavator di lima lokasi depo pasir di wilayah kecamatan Karangnongko, salah satunya di depo pasir Ceka Mulya di desa Blimbing Karangnongko.

Berdasar laporan tersebut kemudian Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten melakukan penyelidikan yang kemudian dapat teridentifikasi para pelaku yang melarikan diri ke arah Surabaya. Dan benar saja, ternyata para pelaku sudah sampai di Surabaya dan diketahui menginap di salah satu hotel di kota biaya tersebut.

Pada saat ketiga orang pelaku pencurian itu sedang menginap di hotel tersebut, datang para anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten untuk menangkap ketiganya. Ketiga pelaku pencurian tersebut adalah Ihsan dan Heri Sutanto, Warga Sampang Madura dan Adrian Agustefianto warga Surabaya.

Dari pemeriksaan terhadap ketiga pelaku pencurian dengan pemberatan tersebut diketahui bahwa kelima CPU Ekcavator telah mereka jual dengan harga per satu CPU seharga 10 juta rupiah. Selanjutnya juga diketahui bahwa mereka sebelumnya juga melakukan tindak pidana serupa di wilayah hukum Polda Jogja dan juga di daerah Solo. Bahkan salah satu diantaranya merupakan residivis tindak pidana pencurian sepeda motor. Sementara menurut seorang pemilik Ekcavator, harga per satu CPU itu jika masih dalam kondisi baru sekitar Rp. 40 juta.

Atas perbuatan mereka bertiga, polisi menjerat mereka dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e, 5e  KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 7 tahun. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply