Maunya Ngerjain Rekan Kerja, Ee…Malah Berurusan Dengan Polisi

 HUKUM

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Nasib apes menghampiri Handoko, warga desa Glodogan kecamatan Klaten Selatan. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor desa Glodogan ini merasa jengkel dengan rekan kerjanya penjaga keamanan kantor desa Glodogan. Karena, menurut Handoko, rekannya ini kerjanya nggak bener. Sering bolos, tidak melaksanakan tugasnya menjaga keamanan kantor desa Glodogan di malam hari.

” Saya sering negur dia, tetapi tetap saja dia tak menghiraukan teguran saya, kerjanya nggak pernah bener..” ujar Handoko dalam Konperensi pers ungkap kasus pencurian dengan pemberatan, hari Senin (23/10/2023) di Mapolres Klaten.

Karena jengkel tersebut, kemudian timbul niat Handoko untuk mengerjai rekannya si penjaga keamanan kantor desa itu. Dan pada suatu malam Handoko naik ke atap kantor melalui pagar bagian belakang dengan bambu bambu bekas tempat pasang umbul umbul. Dengan berbekal seutas tali plastik yang sebelumnya dibeli di sebuah toko bangunan di daerah Wedi, Handoko membuka genting atap kantor. Saat sudah berada di atas plafon, tali plastik tersebut diikatkan dengan kayu balok kemudian dia turun melalui lubang plafon.

Sesampai di bawah, dia langsung membuka laci meja bendahara desa yang kebetulan tidak dikunci. Ternyata di laci tersebut terdapat uang dari Bantuan Keuangan Pemerintah sejumlah Rp. 53. 309.000. Dan yang itupun diambilnya. Kemudian Handoko naik ke plafon dan keluar melalui atap kantor desa.

Hari Jum’at pagi, Kepala Desa Glodogan, Zaenal Arifin mendapat laporan dari penjaga keamanan kantor desa bahwa kantor desa dibobol maling, dengan kerugian uang Rp. 53.309.000. Kemudian Zaenal Arifin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klaten.

Mendapat laporan tersebut kemudian anggota Satuan Reserse Mobil Polres Klaten melakukan olah TKP. Di lokasi ditemukan seutas tali plastik yang digunakan pelaku untuk turun naik dari plafon ke lantai. Setelah melalui proses penyelidikan akhirnya diketahui pelaku pencurian adalah orang dalam sendiri yaitu Handoko yang juga petugas kebersihan kantor desa.

” Meski di hadapan polisi Handoko mengaku iseng hanya untuk mengerjai temannya, namun polisi tetap memproses hukum, bagaimanapun tindakan yang dilakukan Handoko merupakan tindakan pidana pencurian dengan pemberatan..” ungkap KBO Reskrim Polres Klaten, Iptu Umar Mustofa.

Karena perbuatannya tersebut polisi menjerat Handoko dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply