Seorang Pemilik Toko Kelontong Di Wiro Bayat Kedapatan Jual 520 Batang Rokok Ilegal

 EKONOMI & BISNIS

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Tim gabungan yang terdiri dari personil kantor bea cukai Surakarta bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Klaten, TNI, staf DKUKMP Klaten dan staf Bagian Perekonomian Pemkab Klaten berhasil mengamankan 520 batang rokok ilegal saat operasi di Desa Wiro, Kecamatan Bayat, kemarin (13/11). 

Ratusan rokok ilegal tersebut ditemukan pada salah satu toko kelontong milik ST, 64. Operasi melibatkan Satpol PP dan Damkar Klaten, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta dan Kodim 0723/Klaten.
Termasuk Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) dan Bagian Perekonomian Setda Klaten.

”Kalau dari pengakuan pemilik toko kelontong sebenarnya sudah lama menjual rokok tanpa pita cukai itu. Tapi sempat putus kontrak dengan sales beberapa tahun. Sebelum akhirnya menjual lagi,” ucap Subkoordinator Penindakan Satpol PP dan Damkar Klaten, Sulamto, Senin (13/11).

Sulamto menjelaskan, pemilik toko kelontong dikenakan sanksi administratif berupa denda. Perhitungannya 520 batang rokok dikalikan Rp 669 yang merupakan nilai cukai yang harus dibayarkan per batangnya. Kemudian dikalikan tiga kali sehingga harus membayar sebesar Rp 1.040.000.

Penerapan sanksi bagi pedagang rokok ilegal sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai. Terutama pada Pasal 54 yang bisa dipidana 1-5 tahun penjara atau denda cukai 2-10 kali dari nilai cukai.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru nomor 237 Tahun 2020 yang sanksi mengedepankan restoratif dengan denda tiga kali dari nilai cukai.

”Untuk denda sudah langsung dibayarkan dengan cara ditransfer ke rekening bea cukai. Total selama 2023 ini sudah ada delapan pedagang rokok ilegal yang sudah diterapkan sanksi berupa denda. Hal ini sesuai ketentuan dari bea cukai,” ucapnya.

Sementara itu, sepanjang 2023 ini sudah dilaksanakan 12 kali operasi terhadap peredaran rokok ilegal di Klaten. Adapun jumlah batang rokok tanpa pita cukai yang diamankan mencapai 12 ribu batang.

Direncanakan minggu depan masih ada satu kali operasi terhadap target yang saat ini masih dilaksanakan penyelidikan.

Diakui Sulamto, operasi rokok ilegal kali ini lebih intensif dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mengingat Klaten menjadi lokasi pasar dari peredaran rokok ilegal.

Terutama di daerah perbatasan pada kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogjakarta.

”Kebetulan untuk pabrik yang memproduksi rokok ilegal di Klaten tidak ada. Seluruh produk rokok tanpa pita cukai yang beredar di Klaten berasal dari luar kota. Itu sudah menjadi kewenangan dari bea cukai untuk penindakannya,” ucap Sulamto. (Ist/Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply