Ketua PC IBI Klaten, Bekti Sayekti Berharap Pemkab Memperhatikan Nasib Dan Kesejahteraan 90 Bidan Honorer Yang Sudah Belasan Tahun Mengabdi

 DAERAH

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Klaten, hari Minggu (30/7/2023) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema ” Optimalisasi Peran Bidan Dalam Akselerasi Penurunan Stunting Dan Deteksi Dini Jantung Bawaan Dan Asupan Gizi Bagi Pada Ibu Hamil Bagi Generasi Emas ” bertempat di Pendopo Kantor Pemerintah Kabupaten Klaten dengan pembicara dr. Hendra Purna Cyda dan dr. Sekar Citra Diandra dari Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Ketua Panitya Pelaksana peringatan hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia yang ke 72 dan kegiatan Seminar, Rina Setyowati kepada Lintassolorayanews.com menjelaskan, kegiatan seminar nasional hari ini adalah rangkaian dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan pengurus cabang IBI Kabupaten Klaten dalam rangka memperingati hari ulang tahun IBI yang ke 72 pada tanggal 24 Juni yang lalu.

” Dengan seminar ini diharapkan pada bidan tambah pengetahuan tentang kelainan jantung bawaan dan pentingnya asupan gizi yang baik bagi ibu hamil untuk generasi emas mendatang. Selanjutnya dengan pengetahuan yang didapat ini, dapat terjalin kerjasama yang baik antara para dokter spesialis dengan para mitra bidannya..” ungkap Rina Setyowati.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Klaten, Bekti Sayekti menjelaskan, di seluruh wilayah kabupaten Klaten saat ini bidan yang menjadi anggota IBI tercatat sejumlah 1.240 orang. Mereka bekerja baik di institusi kesehatan milik pemerintah maupun swasta, juga ada yang berpraktek secara mandiri.

Bekti Sayekti dalam kesempatan diwawancari media mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Klaten memperhatikan nasib para bidan yang sudah belasan tahun menjalani profesinya dengan status sebagai tenaga honorer untuk dapat kiranya diangkat menjadi Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau kalau masih memungkinkan mereka bisa diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

” Dari sejumlah 1.240 orang, 90 orang diantaranya merupakan bidan dengan status sebagai tenaga honorer yang bekerja di berbagai institusi kesehatan milik pemerintah, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Mereka inilah yang perlu diperhatikan kesejahteraannya oleh Pemerintah karena mereka sudah mengabdi selama belasan tahun…” harap Bekti Sayekti. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply