Keberadaan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Di Dukuh Karangnongko Ketandan Masih Boleh Beroperasi

 DAERAH

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Persoalan keberlangsungan keberadaan perlintasan kereta api sebidang di dukuh Karangnongko, desa Ketandan kecamatan Klaten Utara untuk sementara  mendapatkan solusi dengan adanya kesediaan Dinas Perhubungan Pemkab Klaten untuk menganggarkan honor bagi para petugas penjaga palang pintu di lokasi tersebut.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Jum’at Curhat yang diselenggarakan Polres Klaten yang berkoordinasi dengan PT KAI Daop VI Yogyakarta, Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Satpol PP Pemkab Klaten,  Pemerintah Kecamatan Klaten Utara dan Pemerintah Desa Ketandan Kecamatan Klaten Utara. Hadir dalam kegiatan Jum’at Curhat yang dilaksanakan pada hari Kamis (14/9/2023) antara lain Kapolres Klaten, AKBP Warsono,  Humas PT KAI DAOP VI Yogyakarta, Franoto Wibodi,  Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Supriyono,  Kepala Stasiun KA Klaten, Hari Setyo Jati,  Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko, Camat Klaten Utara, Wachyu Adhi Pratomo,  Kepala Desa Ketandan Hefi Sudarmawan serta beberapa tokoh masyarakat desa Ketandan.

Dalam kesempatan menyampaikan sambutannya, Kepala Desa Ketandan, Hefi Sudarmawan menyampaikan keberadaan palang pintu perlintasan Kereta Api di dukuh Karangnongko desa Ketandan sekitar tiga tahun yang lalu oleh PT KAI Daop VI Yogyakarta akan ditutup namun oleh warga masyarakat palang pintu perlintasan tersebut tetap dipertahankan dengan pertimbangan lalu lintas di jalan tersebut relatif ramai sebagai akses terdekat  bagi para pekerja pabrik dan juga anak anak sekolah.

Akhirnya keberadaan palang pintu perlintasan tersebut tetap dipertahankan dengan konsekuensi warga bergotong royong membangun palang pintu lengkap dengan gardu dan petugas penjaganya. Dengan diambilkan dari dana “Jimpitan” warga dan partisipasi donatur baik perusahaan maupun perorangan, dua orang petugas penjaga palang pintu mendapat honor dan uang operasional gardu jaga.

Karena hal itu sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, warga menginginkan adanya bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api tersebut. Selain itu warga juga berharap Palang pintu perlintasan tersebut dapat dipertahankan selamanya.

Menanggapi keinginan warga tersebut, pihak PT KAI Daop VI Yogyakarta yang diwakili oleh Franoto mengatakan, pihak PT KAI Daop VI berdasarkan aturan perundangan pekereta apian tidak bisa menjanjikan keberlangsungan keberadaan pintu perlintasan di dukuh Karangnongko desa Ketandan tersebut, karena menurut aturan  tidak boleh ada perlintasan sebidang antara jalan raya dengan jalur kereta api. Dan jalan keluarnya adalah dengan membangun jalur fly over atau underpass. Dan itu menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten atau kota bila jalan tersebut adalah jalan milik kabupaten atau kota.

” Tetapi mengingat pembangunan fly over atau underpass itu butuh dana yang tidak sedikit, maka pihak PT KAI Daop VI Yogyakarta masih memperbolehkan keberadaan palang pintu perlintasan  tersebut terus beroperasi dengan catatan harus ada petugas penjaga dan bangunan gardu jaga berjarak paling tidak 12 meter dari Jalur rel Kereta Api..” ungkap Franoto.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten Supriyono menyatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran pada APBD Kabupaten Klaten tahun 2024 untuk honor petugas jaga di palang pintu perlintasan kereta api di dukuh Karangnongko desa Ketandan tersebut.

” Karena usulan dari Pemerintah Desa Ketandan sudah terlambat, maka kami ajukan usulan tersebut dalam APBD Kabupaten Klaten tahun 2024..”  ujar Supriyono.

Kapolres Klaten, AKBP Warsono kepada Lintassolorayanews.com menyatakan, hari ini kegiatan Jum’at Curhat dilaksanakan di dukuh Karangnongko desa Ketandan kecamatan Klaten Utara dengan topik bahasan mengenai keberlangsungan keberadaan palang pintu perlintasan kereta api yang ada di dukuh tersebut.

” Sesuai dengan kewenangan kami, untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut kita jembatani dengan menghadirkan dinas atau instansi terkait yaitu PT KAI Daop VI Yogyakarta, Dinas Perhubungan Pemkab Klaten,  Kantor Satpol PP Pemkab Klaten, Pemerintah Kecamatan Klaten Utara dan Pemerintah Desa Ketandan. Melalui forum ini kita mencari solusi dari persoalan yang ada. Dan akhirnya ada jalan keluar, bahwa untuk sementara palang pintu perlintasan kereta api di dukuh Karangnongko itu tetap boleh beroperasi sampai dibangunnya fly over atau underpass oleh pemerintah. Palang pintu perlintasan tersebut harus dijaga oleh petugas untuk menjaga keselamatan para pengendara kendaraan. Selama ini ada swadaya dari warga untuk memberi honor bagi para petugas penjaga, itu sudah bagus. Dan untuk tahun 2024 akan dibantu dari APBD Kabupaten Klaten, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan tadi…” jelas Kapolres Klaten, AKBP Warsono. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply