Inisiasi Pembentukan Destana, BPBD Dan PMI Klaten Gelar Pelatihan Mitigasi Kebencanaan Di Tambong Wetan

 DAERAH

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan Palang Merah Indonesia ( PMI)  Kabupaten Klaten bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Kalikotes dan Pemerintah Desa se kecamatan Kalikotes hari Rabu (11/10/2023) pagi  menyelenggarakan pelatihan mitigasi kebencanaan dalam rangka pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) di gedung pertemuan desa Tambong wetan kecamatan Kalikotes.

Pelatihan hari ini, menurut Ketua Panitya Penyelenggara, Agung Wiyana diikuti oleh para relawan dari tujuh desa yang ada di kecamatan Kalikotes. Dari setiap desa mengirimkan tujuh relawan untuk mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan mitigasi kebencanaan hari ini menurut Agung Wiyana diselenggarakan dengan tujuan  untuk meningkatkan kompetensi atau keahlian mengenai penanganan bencana, khususnya pencegahan dan penangana bencana kebakaran yang sering terjadi di musim kemarau.

Sementara Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten, Nur Tjahyono mewakili Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, kepada Lintassolorayanews.com menjelaskan,  BPBD Klaten bekerjasama dengan PMI dan Instansi terkait lainnya dalam rangka mengembangkan pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) di seluruh wilayah kabupaten Klaten, hari ini mengadakan pelatihan kebencanaan kepada para relawan dari seluruh desa di kecamatan Kalikotes yang selanjutnya  semua desa di kecamatan Kalikotes terbentuk Desa Tanggap Bencana (Destana).

” Hingga saat ini di wilayah kabupaten Klaten baru terbentuk 24 Desa Tanggap Bencana (Destana), sementara jumlah desa dan kelurahan di kabupaten Klaten ada 401.  Untuk itu  perlu dilakukan upaya mendorong desa desa di kabupaten Klaten untuk membentuk Desa Tanggap Bencana…” jelas Nur Tjahyono.

Lebih lanjut dijelaskan Nur Tjahyono,  sesuai dengan peraturan menteri desa Republik Indonesia tentang pedoman penggunaan dana desa, dimana sebagian dana desa dipergunakan untuk penanganan bencana maka desa dapat mengalokasikan dana desa untuk mengadakan pelatihan mitigasi bencana dan  membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana).

”  Para peserta pelatihan yang kita laksanakan hari ini, diharapkan akan menjadi fasilitator yang akan menyebarkan pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini kepada warga masyarakat di sekitar tempat tinggalnya..”  ungkap Nur Tjahyono.  (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply