Dalam Acara Sambang Warga Di Desa Wonoboyo, Bupati Minta Warga Menutup Jalan Akses Truk Urug Tol, Jika Kontraktor Pelaksana Jalan Tol Tidak Mau Memperbaiki Kerusakan Jalan

 DAERAH

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Hari Kamis (3/8/2023) bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani kembali melakukan kegiatan “Sambang Warga” untuk yang keenam kalinya pasca pandemi Covid 19. Kali ini desa yang menjadi tujuan kegiatan Sambang Warga adalah desa Wonoboyo kecamatan Jogonalan kabupaten Klaten.

Dalam laporannya, Plt.Camat Jogonalan, Sutopo menjelaskan, desa Wonoboyo merupakan desa yang memiliki situs peninggalan benda benda bersejarah yang sekarang sudah ditempatkan di museum peninggalan cagar budaya di Yogyakarta, sementara duplikatnya disimpan di rumah situs desa Wonoboyo.

Selanjutnya Sutopo juga menyampaikan harapan dari warga desa Wonoboyo agar bupati berkenan memberikan bantuan keuangan terhadap rencana pembangunan gedung pertemuan desa Wonoboyo.

“Kami sudah membangun pondasinya, dan kita berharap ibu bupati bersedia memberikan bantuan aspirasi bupati untuk melanjutkan pembangunan gedung pertemuan tersebut..” ungkap Plt. Camat mewakili Warga masyarakat desa Wonoboyo.

Sementara dalam sambutannya, bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani menyatakan, bisa saja nanti di APBD perubahan atau APBD anggaran murni tahun 2024 bupati memberikan bantuan aspirasi bupati untuk pembangunan gedung pertemuan desa Wonoboyo, tetapi Pemerintah Desa Wonoboyo juga harus menganggarkan dana pendampingan dari Dana Desa untuk proyek pembangunan gedung pertemuan tersebut.

” Bisa saja saya pada APBD Perubahan atau APBD murni tahun 2024 memberikan bantuan dana aspirasi bupati untuk pembangunan gedung pertemuan desa Wonoboyo, tetapi Pemerintah Desa Wonoboyo juga saya minta menganggarkan dana pendamping dari Dana Desa untuk melanjutkan pembangunan gedung pertemuan tersebut..” ujar bupati.

Selain itu, bupati juga minta agar warga kecamatan Jogonalan dan desa Wonoboyo khususnya dapat menjaga iklim kondusif, menjaga persatuan dan kesatuan selama menghadapi tahun politik, tahun 2024.

Terkait jalan yang rusak yang diakibatkan oleh lalu lalangnya truk pengangkut tanah urug proyek jalan tol Jogja – Solo, bupati menjelaskan bahwa sudah ada memorandum of understanding antara Pemerintah Kabupaten Klaten dengan kontraktor pelaksana proyek Jalan Tol Jogja-Solo yaitu PT Jogja Marga Makmur (JMM) bahwa setiap ada kerusakan pada ruas jalan yang dilewati oleh truk pengangkut tanah proyek jalan tol maka PT JMM sanggup memperbaiki.

” Jika jalan yang dilewati truk pengangkut tanah urug proyek tol itu rusak, warga masyarakat bisa minta kepada PT JMM untuk memperbaikinya. Jika sudah diminta tidak juga mau memperbaiki, jalan tersebut bisa ditutup oleh warga. Warga harus tegas. Masak bupatinya saja berani nutup jalan, warga gak berani…” kata bupati.

Seusai acara Sambang warga, bupati menyempatkan diri untuk melakukan panen perdana tanam pepaya California yang ditanam di atas lahan tanah kas desa Wonoboyo. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply