Bagaimana Ini, Kawasan Alun Alun Kota Klaten Ternyata Belum Steril Dari Aktifitas Pedagang dan Permainan Anak Anak ?

 DAERAH

LINTASSOLORAYANEWS.COM / KLATEN – Kawasan alun alun kota Klaten yang sudah sekitar satu tahun selesai direvitalisasi saat ini menjadi ruang terbuka hijau bagi aktifitas warga masyarakat untuk berolahraga maupun untuk sekedar nongkrong. Namun dengan masih adanya pedagang dan pengelola wahana permainan anak anak yang beraktifitas di wilayah sekitaran alun alun kota Klaten setelah selesainya revitalisasi kawasan alun alun menjadi perbincangan warga masyarakat.

Hal ini mengingat apa yang pernah disampaikan oleh bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani pada kesempatan peresmian berakhirnya revitalisasi kawasan alun alun yang menyatakan bahwa kawasan alun alun kota Klaten setelah peresmian akan stetil dari aktifitas para pedagang maupun wahana permainan anak anak.

” Kita sudah pindahkan para pedagang dari sekitar alun alun ke jalan Bali. Sementara wahana permainan anak anak kita pindahkan ke obyek wisata taman Nyi Ageng Rakit di Rowo Jombor…” ungkap bupati saat itu.

Tetapi dari pengamatan Lintassolorayanews.com di lapangan, terutama pada hari Sabtu dan hari Minggu pagi sampai siang ternyata masih ada pengelola wahana permainan anak anak beraktifitas di kawasan alun alun, begitu juga dengan para pedagang. Terutama para pedagang keliling bersepeda motor.

” Mana janji ibu bupati yang menyatakan kawasan alun alun akan stetil dari aktifitas pedagang maupun wahana permainan anak anak ..” ungkap seorang warga yang keberatan disebut namanya.

” Mestinya kawasan alun alun ini hanya sebagai kawasan ruang terbuka hijau, tempat beraktifitas olah raga dan rekreasi bagi warga..” lanjutnya.

Sementara menurut Joko, seorang aktifis pemerhati tata kota di Klaten dikatakan, Kabupaten Klaten sebenarnya sudah memiliki Perbup  Nomor 68 Tahun 2022 tentang Penetapan Lokasi Pedagang Kaki Lima yang mengacu pada Perda nomor 5 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Tetapi sepertinya di dalam Perbup tersebut belum diatur secara spesifik tentang kawasan alun alun harus steril dari aktifitas pedagang.

” Saya dengar Pemkab saat ini sedang menyusun Raperbup pengganti Perbup nomor 68 tahun 2022 itu. Dimana di dalam Raperbup tersebut sudah dimasukan klausul pasal tentang pengaturan kawasan alun alun kota Klaten, dimana kawasan alun alun kota Klaten memang harus bebas atau steril dari aktifitas pedagang maupun wahana permainan anak anak. Tetapi sayang, sampai saat ini Raperbup tersebut saya dengar belum ditanda tangani oleh bupati..” ungkap Joko. (Jon’s)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply